Langsung ke konten utama

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Analisis SWOT sistem informasi Manajemen Pendidikan Indonesia


Neneng Wahidatul Asna
Nim : 1920.04.011


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan kita nikmat sehat wal afiat, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu setiap harinya.
Shalawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda alam semesta nabi besar Muhammad Salallahu Alaihi Wassaalam.
Alhamdulillah dalam kesempatan kali ini saya masih diberikan kesehatan sehingga bisa menyelesaikan tugas mata kuliah sistem informasi manajemen mengenai ' Analisis SWOT  Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di Indonesia ".
Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam segi penulisan atau pun dalam pemilihan tata bahasa. Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik, yang tentunya sangat bermanfaat bagi saya dan teruntuk kita semua. Aamiin.

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mendunia hal itu sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus mempersiapkan dan menerapkan kreatifitas serta  inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan sistem teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang kurang menarik menjadi lebih menarik, dan yang kurang efektif dan efisien menjadi efektif dan efisien. Pembelajaran dalam lembaga pendidikan perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran tenaga pendidik tetap dibutuhkan diantaranya sebagai tenaga pengajar, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai seseorang yang mampu memperkenalkan dunia berbasis teknologi kepada peserta didiknya.

Upaya peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Teknologi pendidikan merupakan suatu sistem yang dapat memfasilitasi pendidik dan peserta didik belajar lebih luas, lebih kreatif,  dan juga bervariasi. Melalui fasilitas yang disediakan oleh sistem tersebut, peserta didik dapat belajar lebih mandiri, kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu . Bahan atau materi pembelajaran yang dapat mereka pelajari juga lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk sajian kalimat ataupun kata, tetapi dapat lebih kaya dan model pembelajaran yang lebih berbeda dengan variasi teks, visual, audio dan animasi yang beragam.

Maka dari itu perlu sekali penerapan teknologi ini disetiap lembaga pendidikan diindonesia, yang dapat menunjang pembelajaran lebih efektif, dan juga memberikan peluang peserta didik untuk bersaing dalam kanca teknologi dunia.

B. Rumusan masalah
  1. Pengertian sistem informasi Manajemen pendidikan?A
  2. nalisis SWOT dan solusi mengenai sistem informasi manajemen pendidikan di indonesia?

C. Tujuan
  1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen pendidikan
  2.  Mengetahui hasil analisis swot dan solusi mengenai sistem informasi manajemen pendidikan di indonesia.


BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian sistem infromasi manajemen pendidikan
Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Menurut undang- undang No. 20 tahun 2003 mengenai pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan demikian, Sistem informasi manajemen pendidikan adalah sistem yang didesain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktifitas manajemen pada suatu organisasi. maksud untuk dilaksanakannya adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), mengkoreksi (directing), mengawasi (evaluating), pengendalian (coordinating), menggerakan, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapai sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.

B. Analisis SWOT dan solusi mengenai sistem informasi manajemen pendidikan di indonesia

1. Strength (kekuatan)
  • Lembaga pendidikan diindonesia sudah mulai menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran.
  • Penerapan kurikulum diindonesia lebih mengedepankan pembelajaran interaktif secara jejaring dan pembelajaran aktif mencari.
  • Penerapan kegiatan ujian nasianal secara online 
  • Pengelolaan akademik sudah mulai menggunakan sistem informasi manajemen berbasis online.
  • Banyak fasilitas sistem gawai yang dapat diakses untuk pembelajaran sistem online.
  • Penggalaan dan pengimplementasian E-government pemerintah yang berbasis teknologi informasi. Sehingga pelayanan  kepemerintahan bisa diakses secara online terlebih pendidikan.
  • Penerapan Sistem Dapodik berbasis open source  yang menggunakan database secara terpusat dan aplikasi pengelolaan data yang  berbasis web. Sehingga Aplikasi tersebut dapat diakses secara daring dalam batasan dan tingkatan hak akses tertentu oleh Dinas Pendidikan propinsi/kota/kabupaten, melalui infrastruktur Jardiknas atau koneksi internet. 
  • Pemerintah sedang melakukan penggalaan pengimplementasian pendidikan untuk beralih ke teknologi sehingga memberikan lebih banyak orang akses ke pendidikan, melalui inisiatif seperti kursus online.

2. Weakness (kelemahan)
  • Belum adanya pemerataan kualitas sarana dan prasarana berbasis teknologi
  • Kurangnya dukungan dari pemerintah khususnya koneksi internet, membuat media pembelajaran menjadi tidak maksimal
  • Pemerintah belum memberikan perhatian yang khusus dan signifikan terhadap peningkatan kualitas sistem informasi manajemen pendidikan di lembaga kependidikan diindonesia. 
  • Masih banyak peserta didik maupun tenaga pendidik yang gagap akan teknologi.
  • Kurangnya pelatihan guru-guru akan pentingnya pemahaman mengenai teknologi.
  • Listrik di daerah terpencil yang tidak memadai sehingga menghambat proses pembelajaran ini.

3. Opportunity (peluang)
  • Penggunaan sistem pembelajaran online menghemat anggaran pendidikan indonesia.
  • Peserta didik lebih aktif dalam sistem pembelajaran online.
  • Dengan penerapan sistem dapodik maka pengelolaan riwayat data sekolah, siswa, guru/karyawan lebih mudah diterintegrasikan dan disimpan secara terpusat. Sehingga dapat diakses dengan lebih mudah dan  terbuka oleh masyarakat dalam batasan tertentu melalui internet. 
  • Meningkatkan daya tarik anak dalam belajar, karena banyak nya model dan variasi pembelajaran yang ditawarkan
  • Dapat meningkatkan keterampilan anak mulai dari penguasaan bahasa asing, teknologi dan lain-lain.
  • Dengan bantuan teknologi, tenaga pendidik dan institusi lembaga kependidikan dapat lebih efisien mengelola materi dan lebih fokus pada pembentukan karakter siswa, dan menginspirasi minat dan pemikiran kritis melalui ruang kelas interaktif.

4. Treath (ancaman)
Terhambatnya pembelajaran bersistem teknologi dikarenakan berbagai masalah diantaranya:
  • Kurangnya pemahaman peserat didik dan tenaga pendidik mengenai teknologi
  • Listrik dan koneksi internet yang kurang potensial bahkan tidak memadai
  • Sarana dan prasaran berbasis teknologi yang tidak memadai.
  • Kurangnya perhatian pemerintah terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas teknologi pendidikan di indonesia
Akan berpengaruh terhadap karakter dan kepribadian peserta didik, peserta didik akan cenderung lebih pasif terhadap dunia sosialnya.

5. solution (solusi)
  • Pemerintah menyiapkan pelatihan-pelatihan khusus bagi peserta didik maupun tenaga pendidik mengenai pemahanam sistem pendidikan  yang berbasis teknologi. Seperti seminar dan yang lainnya.
  • Tingkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem pemerataan dan pemberdayaan dimasyarakat.
  • Penerapan Quality control atau pengawasan bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran online, agar karakter dan kepribadian peserta didik dapat terjaga dengan baik.

BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penerapan pembelajaran diindonesia sebagian besar sudah menggunakan teknologi infomasi dalam pembelajaran nya. Tetapi kurangnya fasilitas sarana dan prasana yang menunjang serta kurangnya pemahaman peserta didik dan tenaga pendidik mengenai teknologi sehingga menghambat proses pembelajaran dan pembelajaran sistem teknoogi ini tidak maksimal dan kurang efektif.

B. Saran
Penggunaan teknologi memang sangat diperlukan dalam segala aspek. Tetapi alangkah baiknya kita dapat menggunakan teknologi dengan bijak dan berhati hati. Gunakan teknologi dalam hal yang positif dan bermanfaat hindari penggunaan teknologi yang berlebih dan hal- hal negatif yang dapat merusak kehidupan kita.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.khalidmustafa.info/2008/05/22/penerapan-sistem-pengelolaan-data-pokok-pendidikan-dapodik.php
https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/amp/majalah-46500293
https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20150624150511-185-62108/masih-banyak-siswa-dan-guru-indonesia-yang-gagap-teknologi
https://www.kompasiana.com/amp/azkiaindahsafitri/sistem-informasi-didalam-pendidikan_562648c9b7937339088b4568

Komentar